0
Cara Merawat Trucukan Dari Hasil Jaringan - Burung trucukan adalah salah satu burung yang banyak diminati oleh para kicau mania. Burung trucuk memiliki suara yang khas yaitu ropelan seperti suara burung cucak rawa. Para kicau mania memelihara burung trucukan untuk dijadikan ocehan dirumah, untuk memaster burung lain, bahkan hingga dijadikan burung lomba, salah satunya di semarang. Ropelan merdu burung trucukan sangat enak didengar sambil nyantai dirumah. Suara ropel burung yang satu ini juga berdurasi lama apabila burung trucukan sudah mapan dan rajin berkicau. Namun membuat trucukan untuk mau berkicau dengan merdu dan ropelan adalah hal yang tidak mudah, tentu memperlukan proses dan kesabaran. Biasanya para kicau mania merawat burung trucukan dari anakan dan dari hasil tangkapan dialam liar. Burung trucukan yang dirawat dari anakan pastinya lebih jinak, lebih mudah dibentuk karakternya dan lebih mudah dimastering karena burung yang masih muda gampang menghafal.

Cara merawat trucukan dari hasil jaringan, tentu lebih sulit dari pada merawat trucukan dari anakan dan memperlukan proses tertentu untuk menjinakan dan membuatnya mau berkicau. Namun masih ada beberapa cara untuk merawat burung trucukan dari hasil jaringan dan membuatnya mau berkicau. Sebelum merawat trucukan lebih lanjut, sebaiknya sobat mengenal lebih dalam tentang trucukan yang sobat pelihara, karena setiap trucukan mempunyai karakter dan kecerdasan masing-masing yang tentu berpengaruh dalam kicauan burung trucukan tersebut. Sobat juga harus memilih jenis kelamin burung trucukan yang jantan, karena burung trucukan jantan yang mau berkicau ropel dengan durasi panjang dan suaranya keras. Lalu bagaimana caranya merawat trucukan dari hasil jaringan?? Tenang saja sobat, kami akan membagikan cara merawat trucukan hasil jaringan. Langsung saja simak caranya dibawah.

merawat trucuk jaringan

Cara merawat trucukan dari hasil jaringan :

1. Pertama-tama pastikan trucukan yang sobat rawat/pilih berkelamin jantan. Karena trucukan yang berkelamin jantan yang mau berkicau dengan keras, ropel dengan durasi panjang.

2. Pada hari pertama sobat merawat trucukan dari hasil jaringan, gantang didalam rumah saja ditempat yang agak tinggi dengan pencahayaan yang cukup dan jangan dikeluarkan dahulu agar trucukan tenang dan tidak terlalu stres. Kalau bisa tempat penggantangan didekat pintu karena pintu tempat yang paling sering dilewati manusia, tujuanya agar trucukan cepat jinak dan beradaptasi dengan lingkungan manusia.

3. Bersihkan kandang, berikan pakan dengan buah pisang kepok atau buah pepaya dan jangan lupa berikan air minumnya. Bisa juga menambahkan pakan jangkrik pagi hari 2 ekor dan sore hari 2 ekor.

4. Untuk hari selanjutnya, jika trucukan sudah tenang, pagi jam 05.00 trucuk dikeluarkan agar mendapatkan oksigen yang masih segar sekalian di embunkan. pukul 07.00 pagi trucukan dimandikan dengan cara disemprot hingga basah seluruh bagian tubuhnya, jangan lupa bersihkan sangkar agar tetap bersih dan bebas kutu.

5. Berikan buah pisang atau pepaya yang dilabur atau ditaburi dengan voer. Ganti air minum dan tambahkan voer dengan wadah cepuk. Berikan jangkrik 2 ekor. Lalu angin-anginkan trucukan tersebut, Setelah itu jemur trucukan hingga kering kurang lebih sekitar 2 jam.

6. Setelah dijemur sekitar 2 jam, angin-anginkan trucukan diteras 15 menit. Setelah itu masukan trucukan tersebut kedalam rumah. Kami sarankan untuk tidak memindah tempat gantangan yang didalam rumah, tujuannya agar trucukan merasa berkuasa ditempat tersebut.

7. Master trucukan tersebut dengan suara ropelan trucuk yang berdurasi panjang/lama agar trucukan menirukan suara tersebut. Setelah itu jam 03.00 trucukan dikeluarkan untuk diangin-anginkan, mandikan apabila perlu dan berikan lagi 2 ekor jangkrik.

8. Pukul 05.00 sore masukan kembali trucukan kedalam rumah. Master trucukan tersebut dengan suara ropelan dengan durasi yang panjang/lama hingga keesokan harinya. Tidak perlu dikerodong dahulu agar trucukan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan manusia.

Lakukanlah cara tersebut dengan rutin setiap hari, konsisten dan sabar hingga trucukan sobat mau makan voer, beradaptasi dengan lingkungan manusia, lebih jinak dari pada sebelumnya dan mau berkicau.

Baca juga : Cara merawat trucukan harian agar ropel dan gacor.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat bagi sobat kicau mania semuanya. Selamat mencoba dan semoga sukses. Terimakasih
loading...

Posting Komentar

 
Top