0
Cara Merawat Trucukan Anakan Atau Lolohan - Merawat burung trucukan dari anakan atau lolohan tentu lebih besar peluangnya dalam mendapatkan trucukan yang baik. Karena trucukan yang dipelihara dari anakan dapat dengan mudah dibentuk karakternya, lebih mudah dimastering karena trucukan anakan lebih mudah mengingat atau menghafal suara yang didengarnya setiap hari dan tentunya akan jinak dengan manusia. Namun merawat burung trucukan dari anakan membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendengar ocehannya dan memakan waktu sobat untuk merawatnya karena trucukan belum bisa makan sendiri dan harus melolohnya. 

Cara merawat trucukan anakan atau lolohan, hal yang pertama yang harus dilakukan adalah memilih anakan trucukan yang akan sobat rawat atau pelihara. Karena hal itu akan sangat berpengaruh terhadap burung trucukan tersebut. Untuk itu kami akan membagikan tips tentang cara memilih anakan trucukan yang baik. Simak caranya dibawah.

trucukan anakan

Cara memilih trucukan anakan :

1. Hal yang pertama dalam memilih anakan trucukan adalah trucukan terlihat sehat dan tidak cacat.
2. Mulutnya terbuka besar ketika minta loloh/makan.
3. Postur tubuh terlihat lebih besar.
4. Saat diloloh anakan trucukan berbunyi nyaring "Ciiiittt.. ciiiitt..ciittt".
5. Rongga pada mulutnya terlihat lebih merah.
6. Mata melotot atau tidak sayu seperti mengantuk.
7. Aktif minta loloh dengan suara yang nyaring.
8. Carilah anakan trucukan minimal sudah punya/ada bulunya.
9. Untuk perbedaan jantan atau betina, biasanya jantan dominan bertubuh lebih besar.

Sangat disarankan dalam memilih burung trucukan anakan, sebaiknya ada trucukan anakan pembanding lainnya. Setelah menentukan pilihan anakan trucukan yang akan sobat rawat, langkah selanjutnya adalah merawat anakan trucukan tersebut. Adapun cara merawat anakan trucukan adalah sebagai berikut :

Cara merawat trucukan anakan atau lolohan :

Dalam merawat trucukan anakan butuh penanganan yang serius, khususnya untuk perawatan, pakan dan alat yang akan digunakan merawat trucukan anakan tersebut. Jika trucukan anakan yang sobat rawat masih ada sarangnya, sebaiknya tetap gunakan sarang tersebut sebagai penghangat trucukan anakan tersebut. Namun jika sarangnya sudah tidak ada, gantikan sarangnya dengan kain agar trucukan anakan tetap mendapatkan kehangatan. Jika lagi musim dingin, bisa menggantikan kehangatan yang semulanya diberikan oleh indukan trucukan anakan tersebut dengan lampu atau inkubator dengan suhu ideal 37-38 derajat celcius. Untuk kelembaban diatur sekitar 60-70% agar trucukan anakan tidak keluar dari sarang. Untuk menjaga kelembaban tersebut bisa menggunakan lap atau handuk yang dibasahi/lembab. Jika trucukan anakan sudah dirawat 2 minggu lebih dan sudah bisa bertengger, bisa memindahkannya kedalam sangkar yang beralas kertas atau karpet agar kakinya tidak terjepit jeruji alas sangkar. Bisa menggunakan lampu bohlam sebesar 5 watt untuk menghangatkan trucukan anakan tersebut.

Pemberian pakan pada trucukan anakan atau lolohan :

Pemberian pakan untuk trucukan anakan bisa dengan kroto atau jangkrik yang diambil tubuhnya saja (membuang kepala dan kaki-kaki jangkrik) setiap beberapa menit/jam selagi trucukan anakan tersebut minta loloh. Jika trucukan anakan sudah dirawat lebih dari satu minggu, bisa menambahkan pakannya dengan voer yang diaduk dengan air sehingga voer menjadi lunak seperti bubur. Bisa mencampurkannya dengan kroto atau perut jangkrik (jangkrik yang diambil tubuhnya saja) seperti diatas. Lakukanlah hal tersebut hingga trucukan anakan mau makan sendiri. Biasanya trucukan anakan akan mau makan sendiri ketika berusia sekitar 25-30 hari. Ketika trucukan anakan sudah mau makan sendiri, sobat bisa memberikannya dengan buah pisang kepok atau pepaya dan berikan voer pada cepuk. Bisa juga memberikan jangkrik 3 ekor pagi dan 3 ekor sore hari. Lakukan pemasteran secara rutin dan setiap hari baik siang hari maupun malam hari dengan menggunakan burung langsung maupun suara burung mp3, karena burung yang masih muda akan mudah mengingat dan menghafal suara yang didengarnya.


Demikianlah informasi dari kami tentang cara merawat trucukan anakan atau lolohan. Untuk informasi tentang burung lainnya silahkan kunjungi informasi burung. Semoga bermanfaat dan terimakasih.
loading...

Posting Komentar

 
Top